Virus Zika dan Penanganannya

MENGENAL VIRUS ZIKA
Virus Zika merupakan flavivirus yang pertama kali ditemukan di wilayah Afrika. Virus ini dapat menjangkiti dan menimbulkan penyakit pada manusia. Penyebaran virus terjadi melalui gigitan nyamuk, termasuk diantaranya jenis nyamuk Aedes aegypti untuk daerah tropis, Aedes africanus di Afrika, dan juga Aedes albopictus pada beberapa daerah lain. Nyamuk Aedes umumnya aktif di siang hari, baik di dalam maupun luar ruangan. Selain melalui gigitan nyamuk, virus ini juga dapat ditularkan ibu hamil kepada janin selama masa kehamilan.
 
GEJALA INFEKSI VIRUS ZIKA
Gejala virus zika masih belum jelas, tapi pada umumnya meliputi:
  1. demam
  2. kulit kemerahan
  3. sakit kepala
  4. nyeri sendi dan otot
  5. lemah
  6. peradangan konjungtiva
Pada beberapa kasus zika dilaporkan terjadi gangguan saraf dan komplikasi autoimun. Gejala penyakit ini berlangsung selama 2-7 hari dan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan medis. Pada kondisi tubuh yang baik, penyakit ini dapat pulih dalam tempo 7-12 hari.
 
PENCEGAHAN
Penyebaran virus zika dapat dicegah terutama dengan melindungi diri dari gigitan nyamuk Aedes dan memberantas sarang nyamuk.
Perlindungan diri terhadap gigitan nyamuk:
  1. Mengenakan pakaian  berwarna terang dan menutupi sebagian besar anggota tubuh
  2. Menggunakan obat anti nyamuk
  3. Memasang jaring penangkal nyamuk pada jendela
  4. Menutup pintu dan jendela
  5. Menggunakan kelambu

 

Pemberantasan sarang nyamuk:
  1. Menguras dan menutup tempat penampungan air
  2. Memanfaatkan atau melakukan daur ulang barang bekas
  3. Menabur bubuk larvasida
  4. Melakukan pengawasan jentik di lingkungan rumah
 
PENANGANAN NON OBAT
Penanganan awal tanpa obat untuk penyakit ini adalah istirahat yang cukup,  dan mengonsumsi cukup air untuk mencegah dehidrasi karena gejala demam yang muncul. Sedangkan untuk meredakan gejala nyeri sendi dan otot dapat dilakukan pengompresan dengan handuk hangat.
 
PENANGANAN OBAT
Sampai saat ini belum ada obat untuk menghilangkan virus Zika serta belum terdapat vaksin untuk pencegahannya. Pengobatan yang dilakukan adalah dengan meredakan  gejala yang muncul.
1. Demam
Dikategorikan demam bila suhu tubuh normal berkisar > 36,5-37,2°C. Untuk terapi dapat digunakan parasetamol, informasi selengkapnya pada : http://pionas.pom.go.id/monografi/parasetamol-asetaminofen. Diperlukan memonitor suhu tubuh secara berkala.
2. Sakit kepala, nyeri sendi dan otot
Penggunaan Asetosal atau AINS HARUS DIHINDARI oleh pasien terinfeksi virus zika untuk mencegah timbulnya risiko perdarahan. Pilihan pereda nyeri lainnya dapat diberikan secara oral maupun topikal. Selengkapnya pada:
3. Radang Konjungtiva
Bila terjadi radang dapat diberikan tetes mata sebagai pelumas sehingga dapat mengurangi rasa nyeri ada bagian mata.
 
Perlu diperhatikan bahwa :
  1. bila demam sudah melebihi 3 hari, sebaiknya segera berkonsultasi kepada dokter untuk menangani
  2. sebelum menggunakan obat jangan lupa berkonsultasi dengan apoteker dan dokter

 

TRAVEL ADVISORY
Virus Zika sudah menjadi perhatian khusus di Indonesia sehingga Menteri Kesehatan telah mengeluarkan Travel Advisory ke negara yang sedang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit virus Zika sejak Februari 2016. Jika terpaksa harus melakukan perjalanan ke negara tersebut, hendaknya melakukan tindakan pencegahan. Negara-negara yang mengalami KLB Virus Zika, yaitu Brazil, Cape Verde, Colombia, El Savador, Honduras, Martinique, Panama, dan Suriname. Sedangkan negara-negara yang memiliki status transmisi aktif, yaitu: Barbados, Bolivia, Curacao, The Dominican Republic, Ecuador, Fiji, French Guiana, Guadalope, Guatemala, Guyana, Haiti, Meksiko, New Caledonia, Nicaragua, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Samoa, Tonga, US Virgin Islands, dan Venezuela.
Perintah (31/08/2016) akan mengeluarkanTravel Advisory (saran perjalanan) terkait berkembangnya kasus Zika di Singapura.
 

DAFTAR PUSTAKA

  1. www.cdc.gov
  2. www.depkes.go.id
  3. www.fda.gov
  4. www.who.int