BROMOKRIPTIN

Indikasi: 

lihat keterangan pada dosis.

Peringatan: 

evaluasi hipofisis selama pengobatan, evaluasi ginekologis, amati timbulnya tukak lambung, kontrasepsi oral meningkatkan kadar bromokriptin, riwayat kelainan mental, penyakit jantung, atau penyakit Raynaud; gangguan fungsi hati dan ginjal, porfiria. Hipotensi dapat sangat mengganggu pada hari-hari pertama pengobatan (hati-hati pada pengemudi dan operator alat berat).

Interaksi: 

lihat Lampiran 1 (bromokriptin).

Kontraindikasi: 

hipersensitivitas bromokriptin atau ergot lain, toksemia gravidarum, hipertensi pada wanita pasca persalinan/nifas.

Efek Samping: 

mual, muntah, konstipasi, sakit kepala, pusing, vasospasme jari kaki dan tangan khususnya pada pasien penyakit Raynaud; pada dosis tinggi: bingung, halusinasi, perangsangan psikomotor, mulut kering, kram tungkai, efusi pleura, fibrosis retroperitoneal.

Dosis: 
  • Prolaktinoma: mula-mula 1-1,25 mg menjelang tidur, ditingkatkan menjadi 5 mg setiap 6 jam (kadang perlu ditingkatkan sampai 30 mg);
  • Akromegali: mula-mula 1-1,25 mg menjelang tidur, ditingkatkan menjadi 5 mg setiap 6 jam;
  • Cyclical Benign Breast Disease (nyeri payudara terutama menjelang haid): mula-mula 1-1,25 mg menjelang tidur, ditingkatkan menjadi 2,5 mg sehari 2 kali;
  • Hipogonadisme/galaktorea: mula-mula 1-1,25 mg menjelang tidur, ditingkatkan menjadi 7,5 mg dalam beberapa kali pemberian; kalau perlu dinaikkan sampai maksimum 30 mg/hari; dosis umum tanpa hiperprolaktinemia 2,5 mg/hari;
  • Penekanan menyusui: 2,5 mg/hari pada hari pertama (untuk mencegah) atau selama 2-3 hari (untuk menekan), dilanjutkan dengan 2 kali 2,5 mg per hari selama 14 hari.